Status YM Semua Ada Disini Semua Ada Disini

Monday, March 5, 2012

APA & BAGAIMANA KERASULAN ROSARIO KELUARGA?


1.     Rosario Keluarga adalah salah satu bentuk doa bersama yang paling baik, indah dan manjur; yang sangat dianjurkan bagi keluarga Kristiani. (Paulus VI)

2.     Bila keluarga berkumpul untuk berdoa bersama, hendaknya Rosario selalu dapat digunakan dan diminati. (Paulus VI)

3.     Doa Rosario Keluarga adalah ciri khas dan tanda pengenal setiap keluarga Kristiani. Maka Doa Rosario hendaknya menjadi doa kecintaan keluarga, demi membangun kebahagiaan keluarga. (Leo XIII)

4.     Rosario adalah perekat kasih keluarga, penjaga keutuhan keluarga, menjamin kebutuhan rohani-jasmani keluarga, dan melindungi anak-anak. (Rosario Senakel Keluarga)

5.     Rosario adalah rantai emas yang menyatukan kami dengan Allah, perekat kasih yang menyatukan kami dengan para malaikat, benteng keselamatan untuk melawan kuasa setan, pintu gerbang yang aman bagi kami yang terdampar, penghibur kami di saat kematian, engkau yang terakhir kali akan kami cium sebelum hidup kami berakhir… (Doa Yohanes Paulus II di Tahun Rosario)

6.     Rosario Perawan Maria adalah senjata ampuh bagi keluarga melawan setan dan segala bentuk kuasa kegelapan dari keluarga. (RVM)

7.     Rosario membatu keluarga merenungkan misteri-misteri kehidupan Yesus, bersama Bunda Maria. (RVM)

8.     Setiap anggota keluarga hendaknya memiliki Rosario Perawan Maria dan bisa berdoa Rosario secara mandiri.

9.     Berdoalah Rosario setiap hari, baik pribadi maupun doa bersama, dalam keluarga sepanjang tahun.

10.   Maka, motto kita: “Tiada hari tanpa Rosario”.

11.   Doa Rosario keluarga menjadi suatu gerakan bersama sejak Tahun Rosario dan seterusnya, untuk disebarluaskan dan dipraktekkan bersama. Tuhan memberkati. Bunda Maria Ratu Rosario melindungi.

JANJI BUNDA MARIA TENTANG DOA ROSARIO KELUARGA


AJAKAN SRI PAUS YOHANES PAULUS II
Devosi sejati kepada Santa Perawan Maria, yang terungkap dalam cinta kasih yang tulus kepadanya dan dalam meneladani sikap rohani batinnya dengan jiwa besar, merupakan sarana istimewa untuk mengembangkan kekudusan perkawinan dan keluarga. Sebab Bunda Maria menjadi Ibu Kristus dan Ibu Gereja adalah secara khusus pula Ibu Keluarga-keluarga Kristiani – Gereja Mini.” (FC 61)
LIMA BELAS JANJI BUNDA MARIA
BAGI MEREKA YANG RAJIN DAN SETIA BERDOA ROSARIO

Perawan Maria Tersuci kepada St. Dominikus berpesan :”Pada suatu ketika, melalui Rosario dan Skapulir, aku akan menyelamatkan dunia. Barangsiapa meninggal dengan mengenakan Skapulir, tidak akan menanggung derita api yang kekal.”

1.     Barangsiapa dengan setia berdoa Rosario untuk menghormati aku, akan menerima rahmat-rahmat istimewa.

2.     Aku menjanjikan perlindungan khusus dan rahmat paling besar kepada mereka yang selalu berdoa Rosario.

3.     Rosario adalah senjata ampuh untuk memerangi neraka, memberantas kejahatan, mengurangi dosa dan mengalahkan kesesatan iman.

4.     Rosario akan menumbuhkan kebajikan, karya penyelamatan serta kerahiman Allah yang berlimpah akan diberikan kepada jiwa-jiwa, hati manusia akan dijauhkan dari cinta dunia dan dialihkan kepada hal-hal yang abadi, dan jiwa-jiwa akan disucikan.

5.     Jiwa yang mempersembahkan diri kepadaku melalui Doa Rosario tidak akan musnah.

6.     Barangsiapa berdoa Rosario dengan penuh kesungguhan dan merenungkan peristiwa-peristiwa sucinya tidak akan ditimpa kemalangan. Allah tidak akan menghukumnya dan dia tidak akan mati mendadak; kalau dia berbuat baik, dia akan tetap berada dalam rahmat Allah dan layak menerima hidup kekal.

7.     Barangsiapa berdoa Rosario dengan sungguh-sungguh, tidak akan mati tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja.

8.     Mereka yang berdoa Rosario dengan setia akan melihat Cahaya Ilahi dan segala rahmatnya sepanjang hidup dan pada saat ajalnya. Pada saat kematiannya, mereka akan menikmati pahala dengan para kudus di surga.

9.     Barangsiapa tekun berdoa Rosario akan kubebaskan dari Api Penyucian.

10.   Mereka yang setia pada Rosario akan menikmati kemuliaan besar di surga.

11.   Permohonanmu melalui perantaraanku dengan Doa Rosario akan dikabulkan.

12.   Barangsiapa mewartakan Rosario Suci akan menerima bantuanku dalam kebutuhan mereka.

13.   Putera Ilahiku telah memberitahukan bahwa semua pendukung Rosario akan dibela pada Pengadilan Terakhir, selama hidup, dan pada saat kematian mereka.

14.   Semua yang berdoa Rosario adalah anak-anakku dan saudara-saudara dari Puteraku Yang Tunggal Yesus Kristus.

15.   Devosi kepada Rosarioku adalah pertanda keselamatan yang besar.

Tuesday, February 21, 2012

Cerita sekolah Minggu (2)


Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar,ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena "sudah terlalu penuh". Seorang pastur lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis ? "Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu" kata si gadis kecil.
Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak acakan dan tidak terurus, sang pastur segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil itu masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil.
Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaannya,sehingga pada waktu sebelum tidur di malam itu, ia sempat memikirkan anak anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Jesus.
Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pastur. Sejak saat itu,si gadis kecil "berkawan" dengan sang pastur.
Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya didaerah kumuh,dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana.
Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis dirapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah. Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 cents dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya :
"Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bias diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu"
Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uang nya sampai terkumpul sejumlah 57 cents untuk maksud yang sangat mulia. Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja.
Namun Ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 cents,setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu. Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu(pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton ).
Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan,namun perduli pada sesama yang menderita. Tanpa pamrih, tanpa pretensi.

Cerita Sekolah Minggu (1)


Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus  yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya. karena segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka orang berbondong-bondong datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan menyembah, hampir dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti pasar.
Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat Yesus yang setiap hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi begitu banyak permintaan orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap bisa ikut memikul beban penderitaan Yesus Kristus. Pada suatu hari, sang penjaga pintu pun berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus.
Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan, "Baiklah! Aku akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu, dan kamu yang naik di atas salib itu, namun apapun yang kau dengar, janganlah mengucapkan sepatah kata pun."
Si penjaga pintu merasa permintaan itu sangat mudah. Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas, menjulurkan sepasang lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib. Karena itu orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga sedikit pun. Si penjaga pintu itu berperan sesuai perjanjian sebelumnya, yaitu diam saja tidak boleh berbicara sambil mendengarkan isi hati orang-orang yang datang.
Orang yang datang tiada habisnya, permintaan mereka pun ada yang rasional dan ada juga yang tidak rasional, banyak sekali permintaan yang aneh-aneh. Namun, demikian, si penjaga pintu itu tetap bertahan untuk tidak bicara, karena harus menepati janji sebelumnya.
Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya, setelah saudagar itu selesai berdoa, ternyata kantung uangnya tertinggal. Ia melihatnya dan ingin sekali memanggil saudagar itu kembali, namun terpaksa menahan diri untuk tidak berbicara.
Selanjutnya datanglah seorang miskin yang sudah 3 hari tidak makan, ia berdoa kepada Yesus agar dapat menolongnya melewati kesulitan hidup ini. Ketika hendak pulang ia menemukan kantung uang yang ditinggalkan oleh saudagar tadi, dan begitu dibuka, ternyata isinya uang dalam jumlah besar. Orang miskin itu pun kegirangan bukan main, "Yesus benar-benar baik, semua permintaanku dikabulkan!" dengan amat bersyukur ia lalu pergi.
Di atas kayu salib, "Yesus" ingin sekali memberitahunya, bahwa itu bukan miliknya. Namun karena sudah ada perjanjian, maka ia tetap menahan diri untuk tidak berbicara. Berikutnya, datanglah seorang pemuda yang akan berlayar ke tempat yang jauh. Ia datang memohon agar Yesus memberkati keselamatannya. Saat hendak meninggalkan gereja, saudagar kaya itu menerjang masuk dan langsung mencengkram kerah baju si pemuda, dan memaksa si pemuda itu mengembalikan uangnya. Si pemuda itu tidak mengerti keadaan yang sebenarnya, lalu keduanya saling bertengkar.
Di saat demikian, tiba-tiba dari atas kayu salib "Yesus" akhirnya angkat bicara. Setelah semua masalahnya jelas, saudagar kaya itu pun kemudian pergi mencari orang miskin itu, dan si pemuda yang akan berlayar pun bereggas pergi, karena khawatir akan ketinggalan kapal.
Yesus yang asli kemudian muncul, menunjuk ke arah kayu salib itu sambil berkata, "TURUNLAH KAMU! Kamu tidak layak berada disana." Penjaga itu berkata, "Aku telah mengatakan yang sebenarnya, dan menjernihkan persoalan serta memberikan keadilan, apakah salahku?"
"Kamu itu tahu apa?", kata Yesus. "Saudagar kaya itu sama sekali tidak kekurangan uang, uang di dalam kantung bermaksud untuk dihambur-hamburkannya. Namun bagi orang miskin, uang itu dapat memecahkan masalah dalam kehidupannya sekeluarga.
Yang paling kasihan adalah pemuda itu. Jika saudagar itu terus bertengkar dengan si pemuda sampai ia ketinggalan ka pal, maka si pemuda itu mungkin tidak akan kehilangan nyawanya. Tapi sekarang kapal yang ditumpanginya sedang tenggelam di tengah laut."
Ini kedengarannya seperti sebuah anekdot yang menggelikan, namun itu terkandung sebuah rahasia kehidupan...
Kita seringkali menganggap apa yang kita lakukan adalah yang paling baik, namun kenyataannya kadang justru bertentangan.
Itu terjadi karena kita tidak mengetahui hubungan sebab-akibat dalam kehidupan ini.
Kita harus percaya bahwa semua yang kita alami saat ini, baik itu keberuntungan maupun kemalangan, semuanya merupakan hasil pengaturan yang terbaik dari Tuhan buat kita.
Dengan begitu kita baru bisa bersyukur dalam keberuntungan dan kemalangan dan tetap bersuka cita.

*Sebab kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala
sesuatu untuk mendatangkan kebaikan buat kita. (Roma 8:28)*